Berawal dari sebuah pertemuan yang tak pernah dibayangkan Kau datang dalam lembaran hidupku, Kau tuliskan semua kisah kita dalam setiap detik nafas, Kau bagikan semua yang kau miliki, Membuat suka dan duka yang silih berganti melukiskan cerita kita. Kita yang tak terlahir sama, Kita yang memiliki ego berbeda, Kita yang tak memiliki darah sama, Namun, kau datang tanpa perbedaan itu, Ku bagikan semua kisah ku tanpa malu, Ku hadir disetiap harimu tanpa malu, Ku ambil waktumu untuk mengisi kekosongan ku, Aku dan egoku mengharapkan kau ada untuk ku, KARNA AKU MUAK DENGAN KESENDIRIANKU Jujur aku mungkin terlalu bodoh, Jujur aku mungkin terlalu munafik, Jujur aku mungkin terlalu lemah, dan jujur aku mungkin terlalu ingin menang sendiri, Jika dalam hidup ini hanya ada pilihan, Aku dan keluargaku Aku dan karirku Aku dan hartaku Aku dan harapanku Aku akan memilih KAU Sahabatku, Terkadang ku bingung dengan kata, bingung dengan makna, bingung dengan pilihan, Teman, Karabat, Kawan, Sahabat, Dimana ...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Mentari yang tersenyum perlahan terbaring dipangkuan cakrawala, dan jiwaku masih bersandar dibalik dedaunan yang bergoyang, hamparan padang rumput berbunga yang bergelombang setia menemaniku angin yang berbisik dan bercanda bersama ribuan sayap warna warni pun datang silih berganti entah kapan jenuh itu akan menjemputku? aku hanya berharap dia takkan berani untuk mengusikku, kedamaian yang mereka tuangkan kedalam secangkir kehidupan ini membuatku berfikir dalam renunganku apakah kesempurnaan itu? apakah mata ini sempurna? apakah mulut ini sempurna? apakah badan ini sempurna? kini ku terbuai dengan ketidaksempurnaan karena ketidaksempurnaan itulah kesempurnaan karena kesempurnaan itulah ketidaksempurnaan semua hanya bersembunyi dibalik namanya wahai yang merasa sempurna pernahkah kalian berfikir
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wajah yang Tak Sama Aku mematung di hadapan wajahku yang tersenyum, Hanya kanal air mata yang terlukis padanya, Melukiskan betapa indahnya perlombaan ini, Untuk mencari siapa yang memiliki wajah terbanyak, Bukan aku tak mau bersaing, Hanya aku tak punya banyak cara, Mungkin hanya berkedok topeng ini ku bisa bertahan, Hingga ku tak mengenali siapa sosok yang di depanku, Aku pun menatap sosok itu dengan mata berkaca-kaca, menyibak gelapnya relung hati ini, yang terduduk manis di sudut kesendiran, seakan dia ingin berkata " Tolong! Bebaskan! " Aku hanya bisa melihat tanpa bisa meraihnya, Ku coba untuk membangunkan pikiranku, Agar ku dapat menciptakan sekuncup bunga api, Tapi hujan es di sekitarnya mampu melayukannya, Aku mulai merintih dikala kupandangi wajahku kembali, Pucat pasi kini tergambarkan dirautnya, karena dinginnya ruang mulai menusuk, dan ribuan wajah mulai terpajang, Raut wajah itu penuh dengan persaingan Dan mereka mulai saling mencibir ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BERTAMU DI RUMAH SENDIRI Langit tersenyum menyapa kesibukanku, Mentari membakar setiap langkah kecilku, Panas terik menghanguskan tetesan keringatku, Tapi awan gelap menari diatas rambut ini, Aku tak mendengar apa katanya, Aku tak melihat apa maunya, Aku tak mencium apa baunya, Aku tak merasakan apa bentuknya, Hari ini adalah tahun ini, Lalu adalah tahun sebelum ini, Dulu adalah tahun tahun silam, dan Apakah esok adalah tahun depan? Jiwa itu datang kembali, Datang bertamu bersama kebingungan, Aku tak pernah siap untuk menjadi tuan rumahnya, Hingga aku selalu merasa bimbang, Apa ini jalan yang Engkau pilihkan? Apa ini yang harus aku rasakan? Apa hanya aku yang tau akan keadaan ini? Apa ada orang lain yang sama denganku? Mungkin aku bukan rekan yang pantas, Hingga dia menolak hidup bersama, Dia enggan bercerita akan apa maunya, Dia bersembunyi dibalik kebingungannya,
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hitam Putih HITAM tak selamanya kelam, PUTIH tak selamanya suci, LELAH bukan berarti menyerah, DIAM bukan berarti tak mau, DIAM-ku karna LELAH, LELAH karna tersesat dalam ruang PUTIH, PUTIH yang penuh ke-HITAM-an, Mulut ini bukan tak pandai bersyukur, Hanya hati yang lelah menerima, Otak yang selalu menginginkan PUTIH, Tapi mata melihat ke-HITAM-annya, Izinkan aku terdiam sejenak dalam LELAH, LELAH akan keberadaan ruang ini, agar aku dapat melihat kamuflase HITAM sehingga aku dapat menerima PUTIH kembali. aku tau.. tak akan ada PUTIH bila tak ada HITAM, dan tak akan ada HITAM bila tak ada PUTIH, itulah sebuah petuah sang penghibur, salahkah aku bila ku LELAH? bolehkah aku untuk DIAM? aku bertahan dalam PUTIH, tapi HITAM selalu datang Aku diam... Karena otak ini merasa bingung Karena hati yang lelah tersenyum Karena jiwa yang mulai kehilangan arah Ku pikir PUTIH akan selalu jelas Tapi HITAM tak mau mengalah Namu...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DEWASA Tuhan, Izinkan aku untuk berkhayal, Izinkan aku untuk memandang yang tak pasti, Izinkan aku memimpikan takdirku sendiri, Aku tau, Aku hanya seonggok daging yang bernafas, Aku hanya lakon kehidupan Aku hanya pengikut aliran waktu yang bergulir Sempat aku berfikir, d alam lamunan yang tak pasti Akankah aku beranjak dewasa ? Dikala dewasa itu menyakitkan, Tak pernah terpikirkan olehku untuk dewasa , Karena dewasa merupakan lambang ke sendirian, Bukan hati yang membukakannya, Tapi emosi dan ambisi yang menuntunnya, Keegoisan menyelimutin jalannya Kilah kebaikanlah yang akan terus menjadi