Berawal dari sebuah pertemuan yang tak pernah dibayangkan
Kau datang dalam lembaran hidupku,
Kau tuliskan semua kisah kita dalam setiap detik nafas,
Kau bagikan semua yang kau miliki,
Membuat suka dan duka yang silih berganti melukiskan cerita kita.
Kita yang tak terlahir sama,
Kita yang memiliki ego berbeda,
Kita yang tak memiliki darah sama,
Namun, kau datang tanpa perbedaan itu,
Ku bagikan semua kisah ku tanpa malu,
Ku hadir disetiap harimu tanpa malu,
Ku ambil waktumu untuk mengisi kekosongan ku,
Aku dan egoku mengharapkan kau ada untuk ku,
KARNA AKU MUAK DENGAN KESENDIRIANKU
Jujur aku mungkin terlalu bodoh,
Jujur aku mungkin terlalu munafik,
Jujur aku mungkin terlalu lemah,
dan jujur aku mungkin terlalu ingin menang sendiri,
Jika dalam hidup ini hanya ada pilihan,
Aku dan keluargaku
Aku dan karirku
Aku dan hartaku
Aku dan harapanku
Aku akan memilih KAU Sahabatku,
Terkadang ku bingung dengan kata,
bingung dengan makna,
bingung dengan pilihan,
Teman, Karabat, Kawan, Sahabat,
Dimana kau tempatkan aku?
Aku tak kan merasa bosan,
Aku tak kan merasa marah
walau kita selalu berbeda pandangan,
walau kita selalu berbeda pendapat,
Kini ada waktunya ku harus mengalah,
ku tak mampu untuk melawan waktu,
dengan kejamnya waktu, kau pun perlahan pergi,
meninggalkan setiap kisah dalam detik hidup ini,
Aku benci,
aku marah,
aku muak,
kala kau selalu membandingkan hidupku,
kau pun mulai malu dengan keadaanku,
DIMANA KAU TEMPATKAN AKU?
Aku tak perlu kau harus bergelimpangan harta,
Aku tak perlu kau berkainkan sutera,
yang aku perlukan kau anggap aku sebagai sahabatmu,
dikala kau susah, senang, suka dan duka,
bawalah aku, karna kau selalu ada untuk ku,
dan kini ku sendiri tanpa kau disini,
dengan keyakinanmu membuatku sendiri dan tak berguna,
aku hanya menjadi parasit,
dikala ku sedih dan susah ku lari bersama kau,
tapi dikala kau susah kau pun tak mau membaginya,
dimana kau tempatkan aku?
Komentar
Posting Komentar