BERTAMU DI RUMAH SENDIRI
Langit tersenyum menyapa kesibukanku,
Mentari membakar setiap langkah kecilku,
Panas terik menghanguskan tetesan keringatku,
Tapi awan gelap menari diatas rambut ini,
Aku tak mendengar apa katanya,
Aku tak melihat apa maunya,
Aku tak mencium apa baunya,
Aku tak merasakan apa bentuknya,
Hari ini adalah tahun ini,
Lalu adalah tahun sebelum ini,
Dulu adalah tahun tahun silam,
dan Apakah esok adalah tahun depan?
Jiwa itu datang kembali,
Datang bertamu bersama kebingungan,
Aku tak pernah siap untuk menjadi tuan rumahnya,
Hingga aku selalu merasa bimbang,
Apa ini jalan yang Engkau pilihkan?
Apa ini yang harus aku rasakan?
Apa hanya aku yang tau akan keadaan ini?
Apa ada orang lain yang sama denganku?
Mungkin aku bukan rekan yang pantas,
Hingga dia menolak hidup bersama,
Dia enggan bercerita akan apa maunya,
Dia bersembunyi dibalik kebingungannya,
Komentar
Posting Komentar