Tuhan,
Izinkan aku untuk berkhayal,
Izinkan aku untuk memandang yang tak pasti,
Izinkan aku memimpikan takdirku sendiri,
Aku tau,
Aku hanya seonggok daging yang bernafas,
Aku hanya lakon kehidupan
Aku hanya pengikut aliran waktu yang bergulirSempat aku berfikir, dalam lamunan yang tak pasti
Akankah aku beranjak dewasa?
Dikala dewasa itu menyakitkan,
Tak pernah terpikirkan olehku untuk dewasa,
Karena dewasa merupakan lambang ke sendirian,
Bukan hati yang membukakannya,
Tapi emosi dan ambisi yang menuntunnya,
Keegoisan menyelimutin jalannya
Kilah kebaikanlah yang akan terus menjadi
Tapi emosi dan ambisi yang menuntunnya,
Keegoisan menyelimutin jalannya
Kilah kebaikanlah yang akan terus menjadi
Komentar
Posting Komentar