Mentari yang tersenyum perlahan terbaring dipangkuan cakrawala,
dan jiwaku masih bersandar dibalik dedaunan yang bergoyang,
hamparan padang rumput berbunga yang bergelombang setia menemaniku
angin yang berbisik dan bercanda bersama ribuan sayap warna warni pun datang silih berganti
angin yang berbisik dan bercanda bersama ribuan sayap warna warni pun datang silih berganti
entah kapan jenuh itu akan menjemputku?
aku hanya berharap dia takkan berani untuk mengusikku,
kedamaian yang mereka tuangkan kedalam secangkir kehidupan ini
membuatku berfikir dalam renunganku
apakah kesempurnaan itu?
apakah mata ini sempurna?
apakah mulut ini sempurna?
apakah badan ini sempurna?
kini ku terbuai dengan ketidaksempurnaan
karena ketidaksempurnaan itulah kesempurnaan
karena kesempurnaan itulah ketidaksempurnaan
semua hanya bersembunyi dibalik namanya
wahai yang merasa sempurna
pernahkah kalian berfikir
Komentar
Posting Komentar